BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) Kalimantan Tengah mengalami penurunan pada triwulan II 2026. Meski demikian, tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi perekonomian masih berada pada kategori positif karena seluruh indikator utama tetap berada di atas level optimistis.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan hasil Survei Konsumen menunjukkan IKE pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 121,67, menurun dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 132,53.
"Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga turun dari 143,14 menjadi 126,50. Sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turun dari 150,94 menjadi 131,33," katanya, Minggu 26 Juli 2026.
Meskipun ketiga indikator tersebut menurun, nilainya masih berada di atas angka 100 yang menunjukkan masyarakat tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun enam bulan mendatang.
Yuliansah menjelaskan, penurunan indeks lebih mencerminkan adanya moderasi persepsi masyarakat dibandingkan triwulan sebelumnya, bukan perubahan menuju kondisi pesimistis. Kepercayaan masyarakat terhadap ketahanan ekonomi daerah dinilai masih cukup kuat.
"Berbagai aktivitas ekonomi di Kalimantan Tengah masih berjalan baik, sehingga optimisme masyarakat tetap terjaga meski dihadapkan pada tantangan ekonomi yang memengaruhi tingkat keyakinan konsumen," tambahnya.
Bank Indonesia ujarnya menilai kondisi tersebut menjadi modal positif bagi perekonomian daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan seluruh indikator utama Survei Konsumen masih berada di atas level optimistis, BI optimistis perekonomian Kalimantan Tengah tetap memiliki daya tahan yang baik dan mampu terus tumbuh di tengah berbagai dinamika ekonomi yang berkembang. (MARINI/H)









