BORNEONEWS, Palangka Raya – Masyarakat yang hendak bepergian dari Palangka Raya menuju Tumbang Sanamang, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, kini lebih banyak memilih menggunakan jalur sungai dibandingkan jalur darat.

Pilihan tersebut dipicu kondisi jalan darat yang mengalami kerusakan cukup parah setelah diterjang banjir. Meski banjir telah surut, sejumlah ruas jalan masih sulit dilalui kendaraan sehingga perjalanan darat menjadi lebih berisiko dan memakan waktu lebih lama.

Salah seorang pengemudi taksi jurusan Palangka Raya-Hiran, Yongky, mengatakan tarif transportasi darat saat ini mencapai Rp400 ribu per orang. Angka tersebut naik dibandingkan sebelumnya yang berkisar Rp300 ribu per orang.

"Kondisi jalan yang rusak membuat biaya operasional meningkat. Sekarang tarifnya Rp400 ribu per orang, sebelumnya sekitar Rp300 ribu," ujarnya, Senin, 15 Juni 2026.

Sementara itu, motoris transportasi sungai, Ucin, mengungkapkan tarif speedboat maupun angkutan air lainnya juga mengalami kenaikan. Saat ini penumpang dikenakan biaya Rp200 ribu per orang, naik dari sebelumnya Rp150 ribu per orang.

"Untuk speedboat sekarang Rp200 ribu per orang. Sebelum harga BBM naik dan kondisi transportasi seperti sekarang, tarifnya sekitar Rp150 ribu," katanya.

Meski tarif transportasi mengalami kenaikan, banyak warga tetap memilih jalur sungai karena dinilai lebih cepat dan aman dibandingkan jalur darat yang masih terdampak kerusakan pascabanjir.

"Ya, kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut agar akses darat kembali normal dan mobilitas masyarakat tidak lagi bergantung pada transportasi sungai yang kapasitasnya terbatas," ujar salah satu warga Tumbang Sanamang, Toni. (MARINI/j)