SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluarkan imbauan penting terkait potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau ekstrem tahun 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam K. Anwar, menyatakan bahwa berdasarkan buletin iklim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Juni 2026, seluruh wilayah Kotim diprediksi mengalami kondisi sangat kering dengan intensitas curah hujan hanya 0-20 mm, tergolong kategori di bawah normal dari Juli hingga September 2026.

“Kondisi kemarau ekstrem ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah kita. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” ujar Multazam, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menegaskan pentingnya penerapan teknologi tanpa bakar dalam pengelolaan lahan dan mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan yang bisa memicu kebakaran.

“Dilarang pembakaran lahan dan teknologi tanpa bakar harus diterapkan. Kami juga mengimbau agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat berpotensi menimbulkan api,” tegasnya.

Dalam langkah pengawasan dini, BPBD Kotim menyiapkan posko pemantauan, memantau peringatan dari BMKG, serta melakukan patroli rutin untuk mendeteksi titik-titik panas yang berpotensi menjadi sumber kebakaran.

“Kami juga aktif melakukan patroli rutin serta memasang posko pemantauan titik panas untuk mencegah terjadinya kebakaran yang meluas,” jelas Multazam.

Selain itu, kesiapsiagaan sumber daya juga menjadi prioritas dengan menyiapkan cadangan air, alat pemadam kebakaran seperti jamur pemisah api, serta masker N95 untuk perlindungan bagi petugas dan masyarakat.

“Kami sudah menyiapkan cadangan air, peralatan pemadam, dan masker N95 sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang ini,” tambahnya.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan proaktif dalam pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan agar dampak negatif yang ditimbulkan dapat diminimalisir.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan berperan aktif dalam pencegahan kebakaran. Keselamatan bersama sangat bergantung pada kesadaran dan sikap kita semua,” pungkas Kepala Pelaksana BPBD Kotim. (DEVIANA/H)