BORNEONEWS, Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut biaya konflik Iran yang mencapai sekitar 80 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.433 triliun masih tergolong murah jika dibandingkan dengan hasil yang dicapai Washington.
Trump menilai biaya tersebut sepadan karena Amerika Serikat berhasil memastikan Iran tidak menjadi ancaman nuklir.
“Itu sangat murah dibandingkan dengan apa yang kami lakukan. Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Iran tidak akan pernah bisa menggunakan senjata nuklir,” kata Trump kepada PBS News, Selasa, 23 Juni 2026.
Pernyataan itu disampaikan saat Trump ditanya mengenai laporan dana yang diminta Pentagon kepada Kongres untuk menutup biaya operasi terkait Iran.
Menurut Trump, apabila Amerika Serikat tidak mengambil langkah tersebut, Iran berpotensi memiliki senjata nuklir dan situasinya akan menjadi jauh lebih berbahaya.
“Dan jika Anda tidak melakukan ini, maka mereka akan memiliki senjata nuklir, dan kemudian saat itulah Anda akan melihat keuntungan yang sebenarnya,” ujarnya.
Sebelumnya, The Wall Street Journal mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut melaporkan bahwa Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon meminta tambahan anggaran 80 miliar dolar AS kepada Kongres.
Dana itu disebut untuk menutup biaya operasi yang berkaitan dengan Iran serta sejumlah pengeluaran lainnya.
Laporan tersebut juga menyebut pimpinan Pentagon memperingatkan bahwa dana operasi militer dapat mulai menipis pada musim panas ini apabila Kongres gagal mengesahkan rancangan undang-undang anggaran pertahanan yang baru.
Saat ini, anggaran Pentagon untuk tahun fiskal 2026 mencapai sekitar 1 triliun dolar AS.
Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Serangan itu dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan sipil.
Kemudian, pada malam menuju 18 Juni 2026, Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum yang mengatur penghentian konflik militer.
Memorandum tersebut juga memuat ketentuan mengenai jangka waktu pencabutan blokade laut oleh Amerika Serikat serta pemulihan lalu lintas pelayaran Iran melalui Selat Hormuz.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA









