PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan generasi muda melalui berbagai kegiatan edukasi investasi di perguruan tinggi. Langkah tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi yang cerdas dalam mengelola keuangan dan mampu mengambil keputusan investasi secara bijak.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang memiliki potensi besar menjadi investor di masa depan. Karena itu, pemahaman mengenai investasi harus diberikan sejak dini.

"Mahasiswa merupakan generasi yang akan menjadi pelaku ekonomi di masa mendatang. Mereka perlu dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan investasi agar mampu mengambil keputusan finansial yang tepat," kata Primandanu pada Minggu, 28 Juni 2026.

Menurut Primandanu, edukasi yang diberikan tidak hanya mengenalkan berbagai instrumen investasi di sektor jasa keuangan, tetapi juga membangun pemahaman mengenai manfaat, risiko, serta pentingnya berinvestasi melalui lembaga yang legal dan diawasi.

Ia menegaskan, meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi harus diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai. Tanpa pengetahuan yang cukup, masyarakat, termasuk mahasiswa, berpotensi menjadi korban investasi ilegal maupun penipuan berkedok keuntungan tinggi.

"Oleh karena itu, kami terus mengingatkan masyarakat, khususnya mahasiswa, agar selalu memastikan legalitas produk dan lembaga jasa keuangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi," katanya.

Primandanu menjelaskan OJK secara rutin menggelar program edukasi di berbagai kampus di Kalimantan Tengah melalui seminar, kuliah umum, sosialisasi, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi serta pemangku kepentingan di sektor keuangan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan inklusi keuangan sehingga mahasiswa tidak hanya memahami investasi, tetapi juga mampu memanfaatkan berbagai layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

"Kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya perencanaan keuangan dan investasi sejak dini. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi investor yang cerdas, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor keuangan dan perekonomian daerah," pungkasnya.(TESTI PRISCILLA/H)