BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah memastikan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) di Kalimantan Tengah pada Triwulan II Tahun 2026 tetap terjaga dengan baik meski dinamika perekonomian global dan nasional terus meningkat.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah agar tetap berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
"Di tengah meningkatnya dinamika ekonomi global maupun nasional, stabilitas sektor jasa keuangan di Kalimantan Tengah tetap terjaga dengan baik. Kondisi ini menjadi fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan," ujar Primandanu pada Rabu, 1 Juli 2026.
Menurut Primandanu, sektor jasa keuangan yang stabil, aman, dan tepercaya memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Selain itu, keberadaan sektor jasa keuangan juga menjadi penggerak dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan dunia usaha sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan.
Untuk mempertahankan kondisi tersebut, OJK Kalimantan Tengah terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari lembaga jasa keuangan, pemerintah daerah, hingga seluruh pemangku kepentingan terkait.
"Kami terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder agar ekosistem keuangan di Kalimantan Tengah semakin terintegrasi dan berkelanjutan. Sinergi ini penting untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan, OJK juga terus menjalankan berbagai program strategis untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan sekaligus mendorong pemanfaatannya secara bijak.
Selain itu, OJK berkomitmen memperluas akses layanan keuangan yang mudah dijangkau, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk bagi warga yang tinggal di wilayah terpencil di Kalimantan Tengah.
"Dengan akses keuangan yang semakin luas dan literasi yang terus meningkat, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan jasa keuangan secara optimal sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutur Primandanu. (TESTI PRISCILLA/H)









