BORNEONEWS, Palangka Raya – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya terus memperkuat komitmen menghadirkan program pembinaan yang produktif sekaligus berwawasan lingkungan.

Melalui kegiatan budidaya maggot, lembaga ini tidak hanya mengolah limbah organik menjadi barang bernilai guna, tetapi juga membangun budaya kemandirian bagi warga binaan. Selama periode April hingga Juni 2026, produksi maggot berhasil mencapai 1,3 ton.

Hasil panen maggot yang telah memasuki fase dewasa dimanfaatkan sebagai pakan ikan yang kaya nutrisi, sedangkan sisa budidaya berupa kasgot diolah menjadi pupuk organik bagi tanaman.

Kepala Rutan Palangka Raya, Aditya Jatari, menjelaskan bahwa budidaya maggot bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah nyata membangun kesadaran akan inovasi dan kepedulian lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap limbah bisa diubah menjadi sumber manfaat bernilai ekonomi. Program ini melatih pola pikir produktif warga binaan agar mampu menciptakan peluang bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya, Jumat, 3 Juli 2026.

Keberhasilan produksi 1,3 ton dalam tiga bulan terakhir mpengelolaan berjalan konsisten dan terarah.

Selain menghasilkan pakan dan pupuk, kegiatan ini juga meningkatkan efisiensi penanganan limbah serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di dalam lingkungan rutan.

"Inovasi ini menjadi bukti transformasi pemasyarakatan yang tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, serta pembangunan berkelanjutan," (PATHUR/j)