BORNEONEWS, Nanga Bulik – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau mengungkap penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan perkebunan masyarakat di Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Senin, 13 Juli 2026. Kebakaran tersebut diduga dipicu pembakaran simpukan kayu yang kemudian merembet akibat tiupan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengatakan informasi kebakaran diterima pada sore hari. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
"Api diduga berasal dari pembakaran simpukan kayu. Karena angin cukup kencang, api kemudian membesar dan menyebar ke area perkebunan masyarakat," ujar Hendikel.
Ia menjelaskan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare. Proses pemadaman berlangsung sejak pukul 15.30 WIB hingga sekitar pukul 19.20 WIB menggunakan satu unit truk tangki dan satu unit mobil slip on milik BPBD.
Menurut Hendikel, medan di lokasi menjadi tantangan tersendiri karena sumber air berada sekitar 350 meter dari titik kebakaran. Meski demikian, seluruh personel mampu mengendalikan api sehingga tidak meluas ke area lain.
"Alhamdulillah api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Setelah proses pemadaman selesai, seluruh personel kembali melakukan pengecekan anggota sebelum meninggalkan lokasi untuk memastikan semuanya dalam kondisi aman," katanya.
BPBD Lamandau mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan, terutama pada musim kemarau. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas. (NATALIA KRISTIN/y)









