BORNEONEWS, Nanga Bulik – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan di kawasan Sungai Lamandau menyusul insiden seorang remaja yang nyaris tenggelam di sekitar Muara Lamandau pada Sabtu, 25 Juli 2026 sore. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan sungai tetap berbahaya meski memasuki musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengatakan pihaknya sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi dengan memasang papan peringatan bahaya berenang dan cross line di Sungai Lamandau, Desa Kujan, pada 21 Juli 2026. Pemasangan dilakukan di dua titik, yakni di bawah Jembatan Kujan dan di seberang jembatan yang kerap menjadi lokasi masyarakat, terutama anak-anak, mandi dan bermain air.
Menurut Hendikel, berdasarkan informasi warga setempat, kawasan tersebut setiap sore dipadati pengunjung. Di sekitar pasir yang muncul saat debit air surut terdapat lubuk yang cukup dalam sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung yang tidak mengetahui kondisi dasar sungai.
"Kami sudah memasang papan peringatan dan pembatas di lokasi yang dinilai rawan. Namun yang paling penting adalah kepatuhan masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan tersebut serta mengawasi anak-anak saat berada di sekitar sungai," ujar Hendikel, Minggu, 26 Juli 2026
Ia menjelaskan, musim kemarau bukan berarti Sungai Lamandau aman untuk dijadikan lokasi berenang. Penurunan debit air justru dapat menimbulkan perbedaan kedalaman yang cukup ekstrem antara hamparan pasir dan lubuk sungai, sehingga berisiko menyebabkan orang terseret atau tenggelam.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berbahaya seperti berenang di lokasi yang belum diketahui kedalamannya, melompat dari tepian sungai, maupun bermain air tanpa pengawasan orang dewasa. Apabila menemukan kondisi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi petugas atau meminta bantuan warga sekitar dengan tetap mengutamakan keselamatan.
"Peristiwa yang terjadi akhir pekan lalu hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua. Keselamatan di kawasan sungai merupakan tanggung jawab bersama, sehingga kami berharap masyarakat lebih waspada dan mematuhi setiap rambu maupun imbauan yang telah dipasang," tutup Hendikel. (NATALIA KRISTIN/H)









