BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak empat desa di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
"Sudah ada empat desa yang memohon bantuan air bersih, yaitu Desa Regei Lestari, Desa Jaya Karet, Desa Lampuyang, sementara Desa Kuin Permai masih on progress. Kami sudah berkoordinasi dengan Perumdam dan mudah-mudahan segera bisa diatensi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kebutuhan air bersih di setiap desa diperkirakan mencapai 15.000 hingga 20.000 liter. Jumlah tersebut disesuaikan dengan banyaknya warga serta kondisi sumber air yang tersedia di masing-masing wilayah.
Wilayah selatan Kotim memang menjadi daerah yang paling rentan mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau. Sebagian besar masyarakat di kawasan tersebut masih bergantung pada air hujan untuk memenuhi kebutuhan air minum dan kebutuhan rumah tangga.
Meski berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai Mentaya, air sungai belum dapat dimanfaatkan sebagai sumber air konsumsi karena kondisi air yang keruh. Saat kemarau, kualitas air semakin menurun akibat intrusi air laut sehingga air Sungai Mentaya berubah menjadi payau.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPBD Kotim telah berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Mentaya guna menyalurkan bantuan air bersih kepada desa-desa yang membutuhkan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Selain menghadapi ancaman krisis air bersih, BPBD Kotim juga masih berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul di sejumlah wilayah.
Multazam mengungkapkan, hingga Selasa sore terdapat lima titik kebakaran baru. Sebagian besar berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, sementara penanganan masih terus dilakukan di beberapa lokasi.
"Terdapat lima titik kebakaran baru. Alhamdulillah semuanya bisa kami padamkan, kecuali di wilayah Bagendang, Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, yang hingga saat ini kami masih menunggu perkembangan penanganannya," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









