PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peserta Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai investasi, tetapi juga dibekali kemampuan mengenali berbagai modus investasi ilegal dan penipuan keuangan yang masih marak terjadi.

Dalam kegiatan tersebut, Asisten Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Khansa Muthia Rizkianti, menyampaikan materi mengenai pengenalan OJK sebagai lembaga pengawas sektor jasa keuangan, sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya mengelola keuangan secara bijak.

Selain itu, peserta juga diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk investasi ilegal dan modus penipuan keuangan yang kerap memanfaatkan rendahnya literasi masyarakat.

"Edukasi ini diharapkan mampu membantu masyarakat lebih teliti sebelum menempatkan dana pada suatu produk investasi," kata Khansa pada Senin, 20 Juli 2026.

Sementara itu, Deputi Kepala Bursa Efek Indonesia Kalimantan Tengah, Randy Perdana, memberikan pemahaman mengenai pasar modal beserta berbagai instrumen investasi yang dapat dipilih masyarakat sesuai tujuan dan profil risikonya.

"Materi ini semoga bisa menjadi bekal awal bagi peserta untuk memahami mekanisme investasi di pasar modal secara benar," tuturnya.

Tidak hanya itu, perwakilan perusahaan sekuritas turut memperkenalkan aplikasi online trading yang memudahkan masyarakat melakukan transaksi investasi secara digital. Peserta juga memperoleh pengenalan dasar mengenai analisis saham sebagai salah satu keterampilan awal dalam mengambil keputusan investasi.

Melalui rangkaian materi tersebut, OJK dan BEI Kalimantan Tengah berharap peserta tidak hanya memahami cara berinvestasi di pasar modal, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara sehat, memilih instrumen investasi yang legal, serta terhindar dari berbagai praktik penipuan yang merugikan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/y)