BORNEONEWS, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di tiga titik yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya pada Rabu, 29 Juli 2026.
Ketiga titik kebakaran tersebut berada dalam jarak yang relatif berdekatan, yakni sekitar 5 kilometer. Kondisi ini membuat upaya penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan untuk mencegah api meluas dan kepulan asap semakin menyebar ke wilayah perkotaan.
Pantauan Borneonews di lapangan, puluhan petugas dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Upaya penanganan dilakukan melalui jalur darat menggunakan mobil pemadam, sementara dari udara juga dilakukan pemadaman menggunakan helikopter.
Meski upaya pemadaman terus dilakukan, kepulan asap tebal masih terlihat menyelimuti kawasan sekitar lokasi kebakaran. Asap bahkan mulai menyergap ketika memasuki wilayah Kota Palangka Raya, membuat jarak pandang dan suasana di sekitar kawasan tersebut tampak suram.
"Tadi pagi waktu antar anak sekolah asapnya bersih, agak siang kok tiba-tiba ada asap lagi, ternyata ada kebakaran lagi ya," kata Silvi, salah seorang warga Kota Palangka Raya.
Kondisi ini menambah kewaspadaan terhadap ancaman karhutla di tengah musim kemarau. Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah juga menghadapi peningkatan aktivitas kebakaran hutan dan lahan sepanjang Juli 2026.
Penanganan karhutla di kawasan perbatasan Pulang Pisau-Palangka Raya masih terus dilakukan. Tim di lapangan berupaya memadamkan titik api sekaligus melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali muncul, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut. (TESTI PRISCILLA/H)









