BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak penetapan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan per 1 Juni hingga 15 Agustus 2026, tercatat telah terjadi 235 kali peristiwa kebakaran di wilayah Kota Palangka Raya dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 227,61 hektare.
Data terbaru ini dirilis BPBD Kota Palangka Raya sebagai gambaran tekanan besar yang dihadapi di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
Sebaran titik kebakaran menunjukkan Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan frekuensi tertinggi, tercatat sebanyak 150 kejadian.
Berikutnya Kecamatan Sebangau dengan 58 kejadian, Kecamatan Pahandut tercatat 20 kejadian, Kecamatan Bukit Batu 7 kejadian, dan Kecamatan Rakumpit hingga saat ini belum tercatat adanya peristiwa kebakaran.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, menyampaikan angka ini mengingatkan betapa rawan kondisi lahan dan cuaca yang dihadapi.
“Jekan Raya dan Sebangau menjadi wilayah dengan tekanan terberat, sebagian besar merupakan kawasan lahan gambut dan semak belukar yang sangat mudah terbakar serta cepat menjalar ketika cuaca kering,” jelasnya, Minggu, 16 Agustus 2026.
Penanganan di lapangan berjalan dengan sinergi luas lintas instansi dan unsur masyarakat. Terlibat aktif BPBD Kota dan Provinsi, Dinas Kehutanan, Damkar, Manggal Agni, Samapta Polda Kalteng, Polresta, Kodim 1016, Satpol PP, TSAK Menteng serta puluhan kelompok Masyarakat Peduli Api dari berbagai blok dan perusahaan yang bergerak bahu-membahu memadamkan api dari satu titik ke titik lainnya.
Heri Fauzi menekankan tantangan terbesar bukan sekadar memadamkan api yang terlihat di permukaan, melainkan memastikan lapisan gambut benar-benar dingin agar tidak kembali menyala.
“Itulah mengapa setiap laporan dari warga harus segera ditindaklanjuti semakin cepat diketahui dan ditangani, semakin kecil luas yang terbakar,” tambahnya.
Respons cepat menjadi kunci agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Pihaknya membuka saluran informasi di nomor 0822 5588 2532 dan mengimbau seluruh warga untuk berpartisipasi aktif.
“Jangan membakar sampah maupun lahan, dan segera laporkan jika melihat asap atau titik api. Mata dan telinga kita semua di lingkungan masing-masing adalah garis pertahanan pertama,” pungkas Heri Fauzi. (PATHUR/H)









