KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dampak pemadaman listrik yang melanda Kuala Kapuas pada Rabu sore, 29 Juli 2026, mulai dirasakan sektor ritel modern. Sedikitnya dua gerai Alfamart terpaksa menghentikan pelayanan kepada pelanggan karena sistem transaksi tidak dapat dioperasikan akibat padamnya pasokan listrik.

Pantauan di lapangan menunjukkan gerai Alfamart di Jalan Pemuda dan Jalan Trans Kalimantan tidak dapat melayani transaksi. Pada pintu masuk toko dipasang pengumuman bertuliskan, "Mohon maaf tidak bisa transaksi, sedang mati lampu!!!" sebagai pemberitahuan kepada pelanggan yang datang untuk berbelanja.

Salah seorang karyawan Alfamart di Jalan Trans Kalimantan, dekat Bundaran Panunjung Tarung, mengatakan operasional toko terpaksa dihentikan karena genset yang biasa digunakan sebagai sumber listrik cadangan mengalami kerusakan. Akibatnya, sistem kasir dan transaksi elektronik tidak dapat dijalankan.

"Sedang tidak bisa belanja, Mas. Genset kami rusak," ujar karyawan tersebut.

Selain kendala teknis, pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam juga meningkatkan beban operasional ritel. Penggunaan genset membutuhkan biaya bahan bakar yang cukup besar. Sementara apabila genset tidak dapat difungsikan, aktivitas penjualan praktis berhenti karena seluruh transaksi bergantung pada komputer dan jaringan internet.

Dampak serupa turut dirasakan masyarakat yang menggantungkan pekerjaan pada koneksi digital. Wardi, seorang pengemudi ojek online di Kuala Kapuas, mengaku kesulitan menerima pesanan karena kualitas sinyal seluler ikut melemah saat pemadaman listrik terjadi.

"Kalau mati listrik, sinyal juga lemah bahkan hilang. Jadi susah cari penumpang," ujar Wardi.

Sejumlah warga berharap gangguan pasokan listrik yang melanda Kabupaten Kapuas dan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah segera teratasi. Pasalnya, pemadaman tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak pada sektor perdagangan, layanan usaha, komunikasi, hingga mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada listrik dan akses internet. (SABRIANOOR/H)