BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebanyak 20 dari 21 calon peserta didik di SMAN 2 Kuala Kapuas yang sebelumnya terkendala aturan kuota penerimaan offline kini telah mendaftarkan diri ke sejumlah sekolah menengah di wilayah Kabupaten Kapuas. Kepastian tersebut diperoleh setelah permohonan penambahan kuota yang diajukan sekolah tidak mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
Berdasarkan data pendataan terbaru dari pihak SMAN 2 Kuala Kapuas per Kamis, 30 Juli 2026, rincian calon siswa yang telah mendaftar ulang meliputi 12 orang di SMKN 1 Kuala Kapuas, 5 orang di SMAN 3 Kuala Kapuas, serta 3 orang di SMAN 1 Basarang. Sementara itu, masih tersisa 1 orang calon siswa yang hingga saat ini belum dapat dihubungi oleh pihak sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMAN 2 Kuala Kapuas, Setia Rini, menyampaikan kronologi bahwa persoalan bermula saat daya tampung sekolah sebanyak 288 siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sesuai Data Pokok Pendidikan (Dapodik) telah terpenuhi. Sebanyak 24 calon siswa kemudian mengajukan permohonan offline, dengan kesepakatan tertulis dari orang tua bahwa status mereka masih menunggu persetujuan instansi berwenang.
Meskipun sempat diperkenankan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan proses pembelajaran, permohonan penambahan kuota tersebut akhirnya tidak dapat disetujui. Berdasarkan surat resmi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah tertanggal 21 Juli 2026, batasan maksimal peserta didik ditetapkan sebanyak 36 siswa per rombongan belajar (rombel).
Pihak sekolah menegaskan bahwa keputusan mengarahkan siswa ke sekolah lain sepenuhnya menjalankan regulasi dan rekomendasi dari dinas provinsi.
Menanggapi situasi yang berdampak pada psikologis siswa dan kekecewaan para orang tua murid, pihak manajemen SMAN 2 Kuala Kapuas menyampaikan permohonan maaf secara terbuka serta berharap para siswa tetap dapat melanjutkan studi dengan baik di tempat baru.
"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Semoga anak bapak dan ibu dapat menerima dan sekolah dengan baik di sekolah yang baru, dengan prestasi yang membanggakan orang tua, keluarga, bangsa, dan negara," ujar Setia Rini. (SABRIANOOR/H)









