PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, menyusul hasil pemantauan kualitas udara di Pangkalan Bun yang mulai berada pada kategori sedang.

Berdasarkan pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) di Taman Kota Manis pada Rabu, 5 Agustus 2026, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 18 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut meningkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang masih berada pada kategori baik.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan, dan Keanekaragaman Hayati DLH Kobar, Endro Budi Utomo, mengatakan kondisi kualitas udara saat ini masih relatif aman. Namun, tren peningkatan konsentrasi PM2.5 perlu menjadi perhatian bersama.

“Kualitas udara di Pangkalan Bun saat ini masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, adanya tren kenaikan konsentrasi PM2.5 perlu menjadi perhatian bersama agar tidak terus meningkat,” jelas Endro.

Data AQMS menunjukkan konsentrasi PM2.5 mengalami kenaikan secara bertahap. Sebelumnya tercatat 13 µg/m³, kemudian meningkat menjadi 14 µg/m³, 15 µg/m³, hingga mencapai 18 µg/m³ pada pemantauan terbaru.

Meski mengalami peningkatan, konsentrasi tersebut masih berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) PM2.5 yang ditetapkan sebesar 65 µg/m³. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Kepala DLH Kobar, Syahyani, menjelaskan PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat halus yang dapat masuk hingga ke bagian terdalam paru-paru. Paparan dalam waktu lama berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.

“Mencermati data pemantauan AQMS terbaru, konsentrasi PM2.5 di wilayah Pangkalan Bun berada pada kategori sedang. Meskipun secara umum kualitas udara masih relatif baik dan berada di bawah Nilai Ambang Batas, partikel PM2.5 yang berukuran sangat halus tetap berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan maupun penyakit jantung,” ujar Syahyani.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan dan kardiovaskular, agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak terlalu penting. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel polutan di udara,” pungkasnya.

DLH Kobar akan terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala melalui AQMS. Langkah tersebut dilakukan sebagai deteksi dini terhadap perubahan kondisi udara di Pangkalan Bun.

Selain itu, masyarakat juga diajak bersama-sama menjaga kualitas lingkungan dengan mencegah berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Dengan demikian, peningkatan konsentrasi polutan dapat ditekan dan kualitas udara tetap terjaga.  (DANANG/y)