BORNEONEWS, Palangka Raya – Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat 189 hotspot hingga 11 Agustus 2026. Jumlah tersebut merupakan konsentrasi hotspot tertinggi di Kalimantan Tengah berdasarkan data BMKG.
Kabupaten Kapuas berada setelah Kotawaringin Timur dengan 114 hotspot. Secara keseluruhan, hingga 11 Agustus 2026 tercatat sebanyak 645 hotspot di wilayah Kalimantan Tengah.
“Penanganan dilakukan melalui pemadaman, penyekatan, pembasahan, pendinginan, patroli, serta pemantauan secara intensif melalui jalur darat dan udara,” sebut BPBPK Kalteng dalam rilis resminya, seperti dikutip Borneonews pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kebakaran di Baamang Hulu seluas sekitar 28 hektare dan di Jalan Tjilik Riwut Km 7 seluas sekitar 15 hektare masih dalam penanganan.
Kendala utama petugas di lapangan adalah keterbatasan sumber air. Sementara itu, OMC dilakukan di Kotawaringin Timur dengan penyemaian 1.000 kilogram garam untuk mendukung pemadaman.
Penanganan karhutla diperkuat melalui operasi udara dengan pemantauan 514 hotspot dan patroli terhadap 125 titik. (HERMAWAN DP/H)









