BORNEONEWS, Palangka Raya - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat seiring masih terdeteksinya ribuan titik panas di sejumlah wilayah.
Kalaksa BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api sudah muncul.
Menurutnya, pencegahan dan pembasahan turut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
“Kami terus memperkuat penanganan di lapangan dengan mengoptimalkan personel, sarana dan prasarana yang tersedia. Pemantauan titik panas dan kondisi wilayah dilakukan secara berkelanjutan, sehingga setiap potensi karhutla dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Ahmad Toyib di Palangka Raya, Rabu, 23 September 2026.
Ia menegaskan kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla karena api dapat menjalar di bawah permukaan dan kembali muncul apabila proses pembasahan tidak dilakukan secara optimal.
Karena itu, upaya penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat hingga unsur penanggulangan bencana lainnya.
Selain pemadaman dan patroli, pembasahan menjadi bagian penting dalam penanganan kawasan yang berpotensi terbakar kembali, terutama pada wilayah dengan karakteristik lahan gambut.
Upaya tersebut dilakukan untuk menekan potensi munculnya kembali api di tengah masih tingginya jumlah titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/Y)
BPB-PK Kalteng Intensifkan Pembasahan Lahan Gambut
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Cegah Karhutla, BPB-PK Kalteng Tekankan Tanggung Jawab Bersama
BPB-PK Kalteng Tekankan Kecepatan Respons dan Peran Masyarakat Tangani Karhutla
BPBPK Kalteng Tangani 63 Kejadian Karhutla dalam 24 Jam
189 Hotspot Terdeteksi di Kotawaringin Timur
Dua Daerah di Kalteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Komentar (0)
Memuat komentar…







