PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Kapuas mulai menyasar kelompok pelajar. Hingga Triwulan II 2026, Program Simpanan Pelajar atau SimPel telah menjangkau 595 pelajar.

Jumlah tersebut melampaui target sebanyak 287 pelajar. Capaian Program SimPel menjadi salah satu indikator positif pelaksanaan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Kabupaten Kapuas.

Selain sektor pendidikan, perluasan akses keuangan juga terlihat dari sektor pembiayaan dan layanan perbankan. Program KUR telah menjangkau 271 pelaku UMKM dari target 102 peserta. Sementara Program Laku Pandai telah mencapai 1.090 agen dari target 50 agen.

Capaian tersebut dibahas dalam Rapat Teknis Penyusunan Program Kerja TPAKD Kabupaten Kapuas Tahun 2027 bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah.

Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam memperluas akses keuangan masyarakat.

"Capaian program yang telah berjalan perlu menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam menyusun program TPAKD 2027," kata Andrianto pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Program ke depan diharapkan tidak hanya mengejar target jumlah peserta, tetapi juga meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan produk serta layanan keuangan formal secara berkelanjutan.

Wakil Bupati Kapuas, Dodo, mengatakan pemerintah daerah akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program TPAKD.

“Pemaparan ini menjadi masukan penting bagi Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program TPAKD agar semakin terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dengan masuknya kelompok pelajar dalam perluasan akses keuangan, program TPAKD Kapuas diharapkan turut membangun kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan pemahaman keuangan sejak usia dini. (TESTI PRISCILLA/y)