BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ratusan jamaah mengikuti pelaksanaan Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Selasa, 18 Agustus 2026.
Salat Istisqa dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dengan KH Hadrianor bertindak sebagai imam. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kobar Nurhidayah, Wakil Bupati Suyanto, Sekda Kobar Rody, Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, Kajari Kobar Nurwinardi, serta jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah.
Setelah pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama dan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kobar.
Ketua MUI Kobar Asroqi Purnomo dalam ceramahnya mengatakan, Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang melanda wilayah Kobar.
“Sholat Istisqa ini merupakan ikhtiar batin dan bentuk kepasrahan kita kepada Allah SWT untuk memohon agar segera diturunkan hujan yang membawa berkah,” jelas Ketua MUI.
Ketua MUI mengatakan, momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, sedekah dan amal saleh serta memanjatkan doa bersama.
“Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, menerima pertobatan kita dan segera menurunkan hujan yang subur serta membawa kemakmuran bagi masyarakat Kobar,” jelas Ketua MUI.
Bupati Kobar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemarau panjang telah menimbulkan berbagai dampak, mulai dari lahan pertanian yang mengering, berkurangnya sumber air bersih hingga meningkatnya ancaman kebakaran dan polusi udara.
“Pemerintah daerah bersama dinas terkait telah melakukan berbagai ikhtiar manusiawi secara maksimal, mulai dari menyalurkan bantuan air bersih hingga upaya pemadaman titik api. Namun, kita menyadari sepenuhnya bahwa manusia memiliki keterbatasan yang sangat nyata,” jelas Bupati. (WAHYU KRIDA/y)









