BORNEONEWS, Sampit – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak umat Islam di seluruh wilayah Kotim melaksanakan salat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kemarau panjang yang terjadi di Kotim serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah.
"Selanjutnya dalam menyikapi musim kemarau panjang, dan adanya kebakaran lahan sehingga asap tebal menyelimuti wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kotawaringin Timur mengimbau kepada bapak ibu kaum muslimin dan muslimat di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk melaksanakan Salat Istiska," kata Ketua MUI Kotim Amrullah Hadi, Kamis, 20 Agustus 2026.
Imbauan tersebut dituangkan dalam Surat MUI Kotim Nomor 12/H-MUI-Kab.Kotim/VIII/2026 yang diterbitkan pada 17 Agustus 2026.
Melalui surat tersebut, MUI Kotim mendorong umat Muslim di berbagai wilayah untuk melaksanakan salat istisqa sebagai salah satu bentuk ikhtiar menghadapi kondisi kekeringan dan dampak karhutla.
Amrullah menjelaskan, pelaksanaan salat istisqa tidak harus dilakukan oleh satu pihak tertentu. Kegiatan tersebut dapat dikoordinasikan oleh organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan maupun pengurus masjid di masing-masing wilayah.
"Tata cara pelaksanaan salat istisqa juga sudah kami sertakan dalam surat imbauan," ujarnya.
MUI Kotim berharap masyarakat dapat bersama-sama melakukan ikhtiar melalui doa di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Selain menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera turun, pelaksanaan salat istisqa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi dampak kekeringan dan kabut asap akibat karhutla di Kotim.
MUI Kotim berharap hujan segera turun sehingga kondisi lahan yang kering dapat kembali mendapatkan sumber air dan kabut asap yang menyelimuti wilayah Kotim dapat berangsur berakhir. (DEWI PATMALASARI/H)









