PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dampak buruk penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemerintah daerah memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan demi mengantisipasi lonjakan penyakit saluran pernapasan di tengah masyarakat.

Langkah taktis tersebut diwujudkan melalui penyiapan pasokan oksigen yang cukup dan dapat diakses dengan mudah oleh warga Kota Cantik.

Fasilitas pendukung medis ini disebar secara merata di seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama di bawah naungan pemerintah kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menegaskan bahwa seluruh ketersediaan tabung oksigen di faskes dapat dipergunakan oleh warga yang membutuhkan tanpa dipungut biaya sedikit pun.

Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung oleh paparan asap.

"Saat ini pihak kami sudah menyediakan tabung oksigen di semua faskes, dan ini dapat digunakan secara gratis bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap karhutla ini," katanya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Layanan medis gratis ini diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kehadiran posko dan faskes bersiap siaga ini diharapkan meminimalkan risiko keparahan kondisi kesehatan warga.

Selain menyediakan oksigen gratis, Dinkes Palangka Raya juga mengimbau warga untuk mengurangkan aktivitas di luar ruangan, selalu menggunakan masker berstandar saat bepergian, serta segera mendatangi faskes terdekat jika mulai merasakan keluhan seperti sesak napas atau iritasi mata. (HENDRI/H)