PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap dan penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Riduan di Palangka Raya, Sabtu, mengatakan fasilitas tersebut untuk memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, terutama ketika kualitas udara di wilayah setempat memburuk.

"Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik," katanya.

Sebanyak 11 puskesmas tersebut, yakni Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Pahandut, Jekan Raya, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai, Rakumpit, Tangkiling serta fasilitas kesehatan lainnya di wilayah setempat.

Selain menyiapkan 11 ruang oksigen, pihaknya juga mengoptimalkan peran puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan guna memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.

"Kalau masyarakat mengalami batuk, pilek atau gejala infeksi saluran pernapasan akut (ispa), kami mengimbau agar segera datang ke fasilitas kesehatan yang telah disiapkan pemerintah," ujarnya.

Dinkes Kota Palangka Raya juga terus memantau perkembangan kasus ispa sebagai salah satu dampak yang berpotensi meningkat ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.

Berdasarkan data pemantauan pada 20 Agustus 2026, Dinkes Palangka Raya mencatat 136 kasus ispa ditangani di 11 puskesmas di daerah itu, antara lain Puskesmas Pahandut 26 kasus, Kayon (21), Bukit Hindu (19), Kereng Bangkirai (17), Menteng (14), Jekan Raya dan Tangkiling masing-masing 13 kasus, Panarung (5), Marina (4), Rakumpit dan Kalampangan, masing-masing dua kasus.

Riduan mengatakan data kasus ISPA terus diperbarui setiap hari melalui laporan dari seluruh puskesmas. Data tersebut kemudian menjadi bahan pemantauan pemerintah daerah dan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kesehatan provinsi.

"Data kasus ispa kami pantau dan laporkan setiap hari. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat, terutama di tengah potensi memburuknya kualitas udara," katanya.

Selain mengandalkan fasilitas kesehatan, ia mengajak masyarakat turut berperan menjaga kesehatan selama kualitas udara kurang baik.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak serta menggunakan masker ketika berada di luar rumah.

Ia juga mengingatkan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki keluhan pernapasan agar lebih berhati-hati ketika terjadi peningkatan kabut asap.

"Kami berharap seluruh warga Kota Palangka Raya bersama-sama menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan. Segera periksa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan," ujarnya.

ANTARA