BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pendidikan menyiapkan langkah lanjutan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan setelah bangunan SDN 1 Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak, ludes terbakar pada Sabtu kemarin. Penanganan pascakebakaran kini diarahkan pada penyediaan tempat belajar sementara bagi para siswa hingga kondisi sekolah dapat ditangani lebih lanjut.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Suwarno Muriyat mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan orang tua peserta didik untuk menentukan lokasi pembelajaran sementara. Sebanyak 21 orang tua peserta didik dijadwalkan diundang pada Senin, 24 Agustus 2026 untuk membahas rencana pemindahan kegiatan belajar ke lokasi yang memungkinkan.
“Insyaallah besok (Senin/24/8) kami akan mengundang 21 orang tua peserta didik untuk menyampaikan rencana akan mengalihkan pembelajaran ke Gedung Korwil, salah satu sekolah atau musala terdekat,” kata Suwarno, Minggu, 23 Agustus 2026.
Skema tersebut disiapkan agar aktivitas pendidikan tidak terhenti akibat kerusakan berat bangunan sekolah. Penentuan lokasi nantinya mempertimbangkan kondisi dan kesepakatan bersama antara pihak sekolah, peserta didik, serta orang tua sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung di tempat yang paling memungkinkan.
Selain persoalan tempat belajar, kondisi lingkungan di sekitar sekolah juga menjadi perhatian. Udara di kawasan tersebut dilaporkan cenderung berasap. Kondisi ini turut menjadi pertimbangan dalam menentukan pola pembelajaran yang aman dan tetap memungkinkan bagi peserta didik.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, sebanyak 10 guru SDN 1 Bunga Mawar disiapkan menjalankan sistem “Guru Kunjung”. Melalui skema ini, guru akan mendatangi tempat tinggal peserta didik terdekat dan memanfaatkan fasilitas umum sebagai lokasi pembelajaran sesuai kesepakatan antara guru, peserta didik, dan orang tua.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan pascakebakaran sekaligus upaya menjaga hak siswa untuk tetap memperoleh pembelajaran. Di tengah belum pulihnya kondisi sekolah, pemerintah daerah bersama pihak sekolah kini harus memastikan proses pendidikan tetap berjalan, sementara penanganan lebih lanjut terhadap fasilitas SDN 1 Bunga Mawar dilakukan secara bertahap. (SABRIANOOR/y)









