PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Pemerintah pusat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dengan mengirimkan berbagai peralatan pemadam dan perlengkapan pendukung, di tengah ancaman kebakaran akibat fenomena El Nino yang berlangsung.

Dukungan ini dikirimkan pasca kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Kalteng pada Sabtu 22 Agustus 2026 untuk meninjau langsung penanganan karhutla di lapangan.

Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, melalui Aslog Kodam XXII/Tambun Bungai, Kolonel Czi Aji Sujiwo, menyampaikan kesiapsiagaan penanganan karhutla telah dilakukan sejak awal Juli 2026, di mana pemerintah telah mendistribusikan 149 unit kendaraan pemadam kebakaran dan 100 unit truk tangki air ke sejumlah kabupaten dan kota yang memiliki potensi kerawanan karhutla tinggi.

“Bapak Presiden mengapresiasi tinggi kolaborasi seluruh unsur di daerah, mulai dari Pemda, Kodam, Polda, komunitas, hingga masyarakat. Pasca-kunjungan tersebut, dukungan tambahan dari pusat langsung dikirimkan secara bertahap,” ujar Aji, 

Pengiriman peralatan dilakukan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara dan tiba secara bertahap sejak Minggu 23 Agustus 2026. Pesawat A400M Atlas mendarat pukul 10.15 WIB membawa 500 unit pompa air beserta perlengkapannya, peralatan berat, serta perlengkapan medis berupa masker dan Alat Pelindung Diri (APD).

Sementara itu, pesawat C-130 Hercules mendarat pukul 19.05 WIB membawa 78 koli perlengkapan berupa masker, drone pemantau, chainsaw, gas mask, serta senter kepala tahan air.

Pada Senin 24 Agustus 2026, pesawat C-130 Hercules kembali dikerahkan untuk mendistribusikan 1.000 unit flexible water tank, terdiri dari 500 unit berkapasitas 1.000 liter dan 500 unit berkapasitas 2.000 liter.

Tangki air fleksibel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik rawan karhutla untuk mendekatkan sumber air dengan lokasi kebakaran, sehingga dapat mempercepat pergerakan dan meningkatkan efektivitas tim Satgas Karhutla saat melakukan pemadaman.

Aji mengajak seluruh masyarakat di wilayah Kalteng untuk meningkatkan langkah pencegahan karhutla.

"Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran berulang serta menjaga aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat tetap berjalan kondusif di tengah musim kemarau," pungkasnya. (PATHUR/Y)