BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya dan Rumah BUMN Palangka Raya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat atau PEKA.
"Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi Penerima Manfaat," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz dalam rilisnya pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan serta mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri secara ekonomi.
Kegiatan PEKA juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara OJK, pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat. Tidak hanya berorientasi pada akses terhadap layanan keuangan, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak.
Kebutuhan penguatan literasi keuangan tersebut sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Secara nasional, indeks literasi keuangan tercatat mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada pada angka 93,61 persen.
Sementara itu, di Kalimantan Tengah indeks literasi keuangan mencapai 73,06 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Adapun indeks inklusi keuangan tercatat sebesar 93,23 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat Kalteng terhadap produk dan layanan keuangan sudah relatif tinggi. Namun, kondisi itu tetap perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan dan pemahaman agar masyarakat mampu menggunakan produk serta layanan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya, Satriyo Adi Sasongko, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Sinergi melalui Program PEKA diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima manfaat, terutama dalam memperkuat kapasitas ekonomi dan membangun kemandirian secara berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/y)









