SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Musim kemarau yang disertai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Seruyan.

Salah satu dampaknya terlihat dari meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)  di sejumlah wilayah.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat dengan mendistribusikan masker dan obat-obatan ke seluruh Puskesmas yang ada di wilayah setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, dr. Riza Syahputra, mengatakan bantuan tersebut telah dikirimkan ke setiap Puskesmas untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Jadi kita sudah melakukan pengiriman masker dan obat-obatan ke setiap Puskesmas. Nanti Puskesmas yang turun langsung membagikan maskernya ke masyarakat,” kata Riza, Senin, 14 September 2026.

Menurutnya, dampak kabut asap saat ini mulai dirasakan di beberapa wilayah Kabupaten Seruyan. Kondisi tersebut di antaranya terjadi mulai dari wilayah Kecamatan Danau Sembuluh dan sejumlah kecamatan  lainnya.

Dinas Kesehatan Seruyan tidak hanya menyiapkan masker dan obat-obatan, tetapi juga memastikan ketersediaan fasilitas pendukung bagi masyarakat yang mengalami gangguan akibat paparan asap.

“Selain masker dan obat-obatan, kami juga menyiapkan rumah oksigen. Jadi jika masyarakat memerlukan, silakan saja datang ke Puskesmas, semuanya telah disiapkan secara gratis,” jelasnya.

Riza mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap masih terjadi. Masyarakat, khususnya kelompok rentan, diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemkab Seruyan menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak karhutla yang dapat semakin meluas selama musim kemarau. (FAHRUL/H)