KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Tim SAR Gabungan kembali mengoptimalkan evakuasi melalui jalur udara untuk mempercepat penanganan korban musibah KM Virgo Transport 8. Sebanyak empat korban meninggal dunia (MD) dievakuasi dari titik pencarian di perairan menuju daratan pada Selasa, 15 September 2026.

Evakuasi dilakukan menggunakan dua helikopter yang dikerahkan unsur SAR, yakni Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas dan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ (P-3103) milik Polri. Penggunaan dua armada udara tersebut dilakukan untuk memangkas waktu tempuh dari lokasi pencarian di laut menuju titik pendaratan di darat.

"Dari empat jenazah yang dievakuasi, dua korban diangkut menggunakan Helikopter Dauphin HR-3601 Basarnas. Sementara dua jenazah lainnya dievakuasi menggunakan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ (P-3103) milik Polri," ungkap Humas Basarnas Banjarmasun, Singgih.

Setibanya di titik pendaratan, keempat jenazah langsung diserahterimakan secara bertahap kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) dan petugas medis. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju rumah sakit untuk menjalani proses identifikasi resmi dan penanganan lebih lanjut.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8. Dengan dukungan armada udara, proses pemindahan korban dari area pencarian di perairan dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan hanya mengandalkan jalur laut.

Tim SAR Gabungan hingga kini masih terus melakukan penyisiran di area pencarian. Operasi dilakukan secara maksimal untuk menemukan korban lainnya yang masih dalam proses pencarian setelah musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8.

Tim SAR Gabungan juga menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. Proses pencarian dan evakuasi akan terus dilakukan, sementara korban yang telah berhasil dibawa ke darat selanjutnya menjalani proses identifikasi untuk memastikan identitas masing-masing korban. (SABRIANOOR/H)