BORNEONEWS, Banjarmasin – Basarnas memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8 hingga pesisir Kalimantan Tengah dengan mengerahkan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 milik Kantor SAR Palangka Raya.

Penguatan pencarian dilakukan setelah sejumlah korban ditemukan jauh dari titik tenggelamnya kapal, termasuk di Perairan Seruyan dan wilayah pesisir Kalteng.

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan Kantor SAR Palangka Raya telah diperintahkan membuka operasi pencarian di wilayah pesisir Kalimantan Tengah dan sekitarnya.

“Kapal RBB Palangka Raya dan RIB 01 Palangka Raya akan membantu pencarian,” kata Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dikutip Kamis, 24 September 2026.

Pencarian di kawasan tersebut diperkuat setelah ditemukannya sejumlah korban meninggal di Perairan Seruyan.

Menurut Putu, lokasi penemuan korban di Seruyan berjarak sekitar 145 hingga 150 mil laut dari titik KM Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa.

Wilayah tersebut sebenarnya telah masuk area pencarian sejak awal operasi SAR.

Namun, kondisi gelombang tinggi saat itu membuat pengamatan terhadap benda maupun korban yang mengapung di permukaan laut tidak dapat dilakukan secara maksimal.

“Sejak hari pertama hingga ketujuh operasi SAR, area di situ masuk area pencarian. Namun kondisi gelombang yang cukup tinggi membuat kapal-kapal pencari mengalami keterbatasan jarak pandang untuk mengamati benda atau korban di permukaan perairan,” ujarnya.

Kondisi tersebut memungkinkan adanya korban maupun benda dari kapal yang terlewat meski area tersebut sebelumnya telah dilalui unsur SAR.

Karena itu, penyisiran kembali dilakukan dengan memperluas cakupan pencarian di perairan Kalteng hingga mendekati perbatasan Kalimantan Barat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus semakin jauh dari lokasi awal kecelakaan.

“Karena memang masih ada ruang-ruang atau daerah-daerah yang sepertinya tidak ter-cover, karena memang keterbatasan jarak pandang dan lain-lain,” kata Putu.

Pencarian di pesisir Kalteng menjadi semakin penting setelah satu jasad yang ditemukan nelayan di perairan Kalimantan Tengah pada Selasa, 22 September 2026, kemudian teridentifikasi sebagai korban KM Virgo Transport 8.

Sementara pada Rabu, tim penyelam gabungan Basarnas Special Group dan TNI AL juga berhasil mengevakuasi sembilan jasad dari dalam kapal yang tenggelam di Laut Jawa.

Dengan perkembangan tersebut, hingga Rabu, 23 September 2026 pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 136 korban telah ditemukan.

Dari jumlah itu, 108 orang ditemukan selamat dan 28 orang meninggal dunia.

Sebanyak 107 orang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Basarnas terus memperluas operasi dengan mengombinasikan unsur laut, udara dan penyelam untuk mempercepat pencarian korban yang belum ditemukan.