PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah harus membagi konsentrasi dalam menjalankan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Selain bantuan pangan dari Presiden, Bulog juga tengah melayani distribusi bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalteng bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalteng, Erwin Budiana mengatakan, penyaluran bantuan dari dua program tersebut harus dilakukan secara bersamaan.

Di satu sisi, Bulog memiliki kewajiban mempercepat penyaluran bantuan pangan dari Presiden yang ditargetkan selesai pada September 2026.

Di sisi lain, Bulog juga harus memenuhi kebutuhan distribusi bantuan pangan yang disiapkan Pemprov Kalteng untuk masyarakat terdampak karhutla dalam rangka tanggap darurat.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur sangat concern terhadap masyarakat yang terdampak karhutla. Namun, hal ini membuat konsentrasi kami terpecah,” kata Erwin kepada Borneonews pada Rabu, 30 September 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Bulog dalam mengejar target penyaluran bantuan pangan dari Presiden.

“Di satu sisi kami harus menyiapkan dan menyalurkan bantuan dari Pak Presiden, tetapi di sisi lain Perum Bulog Kanwil Kalteng juga harus melayani penyaluran bantuan pangan dari program Pemprov Kalteng untuk tanggap darurat,” ujarnya.

Selain pembagian konsentrasi pekerjaan, kendala distribusi juga diperberat kondisi kemarau yang menyebabkan sejumlah jalur sungai mengalami penyurutan.

Akibatnya, distribusi bantuan ke wilayah tertentu membutuhkan waktu lebih lama karena kapasitas angkut perahu menjadi terbatas.

Saat ini progres penyaluran bantuan pangan dari Presiden di Kalteng telah mencapai sekitar 60 persen.

Bulog menargetkan capaian tersebut dapat dimaksimalkan hingga 90 persen pada akhir September, sembari tetap mengupayakan agar seluruh penerima manfaat mendapatkan hak bantuan pangan mereka. (TESTI PRISCILLA/H)