SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang digelar di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu diiringi doa agar bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah ini segera mereda.

"Sebagaimana kita rasakan saat ini, Kotim tengah dilanda bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, atau sering disebut karhutla. Kondisi ini menuntut kewaspadaan dan kepedulian kita semua karena dampaknya dapat mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, serta pelestarian lingkungan kita," kata Bupati Kotim Halikinnor, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Halikinnor mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan air bersih dan menjaga kesehatan di tengah kondisi kekeringan serta kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotim.

MTQ ke-57 dan FSQ tingkat Kabupaten Kotim tahun 2026 diikuti peserta dari 17 kecamatan. Sebanyak 357 peserta mengikuti MTQ, sedangkan 78 peserta mengikuti kegiatan LASQI, sehingga total peserta atau personel terdaftar mencapai 435 orang.

Dalam kegiatan tersebut terdapat 10 cabang lomba. Cabang tilawah Al-Qur'an diikuti 60 peserta, syahril Qur'an 14 grup dengan 42 orang, qira'at sab'ah murattal 65 peserta, tartil Qur'an 24 peserta, fahmil Qur'an 24 peserta, tahfiz Qur'an 63 peserta, khat Qur'an 59 peserta, makalah Al-Qur'an 14 peserta, bintang vokalis pop religi 38 peserta dan gambus 40 peserta. Total peserta yang mengikuti seluruh cabang lomba tersebut mencapai 429 orang.

Halikinnor mengatakan pelaksanaan MTQ dan FSQ menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Mentaya Hulu Edison beserta jajaran dan masyarakat setempat yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.

"Saya atas nama Pemkab Kotim mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Camat Mentaya Hulu beserta seluruh jajaran selaku panitia pelaksana dan seluruh masyarakat Kecamatan Mentaya Hulu yang telah bekerja keras sehingga kegiatan MTQ ke-57 dan Festival Seni Qasidah tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2026 ini dapat terlaksana dengan baik dan cukup meriah," ujarnya.

Lanjutnya, nilai-nilai Al-Qur'an perlu terus ditumbuhkan melalui pendidikan formal maupun nonformal. MTQ menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tersebut.

Ia menilai MTQ tidak seharusnya hanya dipahami sebagai kegiatan syiar keagamaan atau agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun perilaku masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Qur'ani.

"Pemahaman dan kesadaran inilah yang perlu dibangun dalam nurani dan pikiran setiap masyarakat, sehingga kegiatan MTQ tidak hanya disikapi sebagai kegiatan rutinitas seremonial semata, tetapi mampu menjadi momentum strategis mewarnai pelaksanaan pembangunan dan perilaku kehidupan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dengan nilai-nilai Qur'ani," tuturnya.

Halikinnor mengatakan Kotim selama ini memiliki kafilah yang cukup diperhitungkan dalam berbagai ajang MTQ, STQ dan FSQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah bersama lembaga terkait, termasuk LPTQ dan LASQI di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Ia meminta dewan hakim, juri dan panitera menjalankan tugas secara objektif, jujur dan menjunjung sportivitas. Ia berharap proses penilaian dilakukan berdasarkan kualitas peserta dan ketentuan yang berlaku sehingga pelaksanaan MTQ dan FSQ dapat berlangsung secara adil dan amanah.

"Karena dewan hakim yang hadir pada kesempatan ini merupakan orang-orang yang terpilih berdasarkan kualitas, keilmuan, dan pengalaman yang baik. Oleh karena itu, ajang MTQ dan Festival Seni Qasidah ini tidak saja mengukur kualitas peserta, tetapi juga akan menguji kemampuan dewan hakim dalam memilih juara yang terbaik," tambahnya.

Kepada panitia, kafilah dan seluruh peserta MTQ serta FSQ, Halikinnor juga meminta agar menjaga kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan. Peserta juga diimbau mencukupi kebutuhan air minum dan menggunakan masker apabila kondisi kabut asap mengganggu.

"Sebagaimana ajaran Al-Qur'an yang melarang kita berbuat kerusakan di muka bumi, menjaga alam adalah bagian dari amanah dan ibadah kita. Marilah kita perbanyak doa, semoga Allah SWT segera menurunkan hujan dan membawa keberkahan serta melindungi kita semua dari segala macam-macam bencana," pungkasnya.

Kegiatan tersebut dibuka dengan penampilan defile kafilah 17 kecamatan dan tarian kolosal dari siswa SMAN 1 Mentaya Hulu. Kemudian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kotim Nur Widiantoro. Doa yang dibacakan tidak hanya untuk kelancaran kegiatan, namun juga doa agar bencana kekeringan dan karhutla mereda. (DEWI PATMALASARI/H)