SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kecamatan Mentawa Baru Ketapang kembali mempertahankan gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Prestasi tersebut diraih pada MTQ ke-57 yang digelar di Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, dengan perolehan nilai 235.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperpanjang catatan Mentawa Baru Ketapang sebagai juara umum MTQ Kotim selama 15 kali berturut-turut sejak pertama kali meraih gelar tersebut pada 2012.

"Alhamdulilah kecamatan Mentawa Baru ketapang kembali dapat mempertahankan juara umum untuk yang ke 15 kalinya secara berturut turut sejak pertama kali di rebut pada tahun 2012 yang lalu," kata Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah, Kamis, 8 Oktober 2026.

Prestasi tersebut tidak terlepas dari kekompakan para pelatih dan official serta kerja keras Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dalam mempersiapkan para kafilah.

Pembinaan dilakukan secara intensif selama sekitar enam bulan setelah pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan pada April 2026.

Pada MTQ ke-57 tingkat Kabupaten Kotim, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mengirimkan 72 kafilah. Seluruh cabang yang diperlombakan diikuti untuk memperbesar peluang meraih prestasi.

Irpansyah sendiri tidak dapat hadir secara langsung untuk menerima trofi juara umum di Mentaya Hulu. Pada saat penutupan MTQ Kotim, ia sedang berada di Surabaya untuk menjalankan kegiatan sebagai mentor peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).

Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan Sekretaris Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang mengikuti diklat. Irpansyah baru kembali ke Sampit melalui Banjarmasin pada Rabu malam karena tidak tersedia penerbangan langsung ke Sampit.

Meski tidak hadir saat penyerahan trofi, Irpansyah menyampaikan rasa bangga atas perjuangan seluruh kafilah, pelatih, official dan LPTQ Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan prestasi pada ajang MTQ berikutnya.

Selain menjadi ajang perlombaan, Irpansyah menilai MTQ memiliki makna yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam membangun kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an.

"MTQ bukan sekedar seremonial perlombaan tapi sarana penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan membangun akhlak mulia generasi muda," tandasnya.

Sementara itu, posisi kedua MTQ ke-57 tingkat Kabupaten Kotim diraih Kecamatan Tualan Hulu dengan nilai 181. Sedangkan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan menempati posisi ketiga dengan nilai 150. (DEWI PATMALASARI/H)