BORNEONEWS, Palangka Raya — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya melaksanakan kegiatan pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) kepada seluruh pegawai di lingkungan Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan dasar pegawai dalam menanggulangi kebakaran pada tahap awal sebelum petugas tiba di lokasi.
Kepala Disdamkarmat Palangka Raya, Urianinu Napulangit Lundjen, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting mengingat di lingkungan laboratorium kesehatan terdapat peralatan elektronik, bahan kimia, serta sejumlah aset vital yang harus dilindungi dari risiko kebakaran.
Kemampuan mengoperasikan APAR dengan benar menjadi keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap pegawai.
"Kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Saat kejadian awal, petugas pemadam belum tentu langsung berada di lokasi. Oleh karena itu, pegawai diharapkan mampu mengambil langkah cepat dan tepat untuk mencegah api membesar sekaligus melindungi diri dan lingkungan kerjanya," ujar Urianinu Napulangit Lundjen, Selasa 13 Oktober 2026.
Dalam pelatihan tersebut, petugas Disdamkarmat memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis kebakaran, penyebab umum terjadinya kebakaran di lingkungan perkantoran, serta prinsip-prinsip keselamatan yang harus diperhatikan sebelum melakukan upaya pemadaman.
Peserta juga diajarkan cara memeriksa masa berlaku dan kondisi alat pemadam agar tetap siap digunakan kapan saja.
Peserta kemudian dipandu langsung untuk mempraktikkan cara mengambil, membawa, dan mengarahkan semprotan APAR ke sumber api dengan benar.
Instruktur menekankan empat langkah utama, yaitu tarik pin pengaman, arahkan mulut selang ke dasar api, tekan tuas penekan, dan gerakkan semprotan dari sisi ke sisi hingga api benar-benar padam.
Urianinu juga mengingatkan bahwa prioritas utama saat terjadi kebakaran adalah keselamatan jiwa.
Jika api sudah membesar atau menimbulkan bahaya, pegawai disarankan segera mengevakuasi diri, menutup pintu untuk menahan penyebaran asap, dan menghubungi layanan darurat pemadam kebakaran melalui nomor telepon 112.
"Kami ingin setiap pegawai tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga terbiasa dan percaya diri menggunakan APAR. Kesiapsiagaan yang baik dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah kerugian yang lebih besar," jelasnya.
Pihaknya berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan di instansi-instansi lainnya guna membangun budaya sadar kebakaran di lingkungan masyarakat.
"Dengan pengetahuan yang memadai, risiko kerugian akibat kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin," pungkasnya. (PATHUR/H)









