BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Studi Agribisnis Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah, membantu warga meningkatkan nilai tambah produk pangan dengan mengolah singkong lokal menjadi mi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat melihat singkong lokal tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai produk yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi,” kata Ketua Tim Pengabdian Prodi Agribisnis UPR I Gede Suhartawan, di Palangka Raya, Kamis.
Pihaknya melatih sebanyak 10 anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengangkat tema peningkatan nilai tambah singkong lokal melalui produksi mi berbasis tepung singkong.
Peserta mendapatkan materi mengenai potensi singkong lokal, teknik pengolahan, penggunaan peralatan pendukung, hingga pengemasan produk.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan olahan singkong yang lebih beragam dan memiliki nilai jual,” ujarnya pula.
Setelah menerima penjelasan, peserta mengikuti praktik pembuatan mi berbasis tepung singkong dengan pendampingan tim pengabdian. Praktik mencakup penggunaan peralatan produksi dan pengemasan.
Hasil olahan kemudian disajikan menjadi mi ayam untuk memperlihatkan salah satu bentuk pengembangan singkong lokal menjadi produk pangan.
“Pengolahan ini menjadi salah satu cara meningkatkan nilai produk lokal. Selain keterampilan produksi, masyarakat juga perlu memahami pengemasan dan perhitungan biaya agar dapat mengembangkan usaha secara sederhana,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut melibatkan dua mahasiswa Program Studi Agribisnis UPR yang membantu proses praktik dan pendampingan terhadap 10 peserta dari PKK Desa Tuwung.
Kepala Desa Tuwung David Faisal Anderson menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari kerja sama yang telah terjalin antara pemerintah desa dan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan UPR.
“Sebagai desa binaan, kami berharap kerja sama ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan nilai tambah produk lokal,” katanya pula.
ANTARA









