BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sepanjang 2016 lalu, Polres Lamandau berhasil mengungkap 25 kasus narkoba yang didominasi dengan penyalahgunaan sabu. "Ini sangat memprihatinkan, karena ternyata peredarannya telah menjerat semua kalangan," terang Kapolres Lamandau, AKBP JP Siboro, saat menggelar Coffee Morning bersama lintas tokoh masyarkat Lamandau, di Joglo Mapolres, Sabtu (21/1/2017).
Pelaku atau korban yang terjerat (narkotika) itu terdiri dari berbagai kalangan. "Ada orang tua, pemuda, anak-anak, oknum pekerja swasta, oknum ASN, anaknya ASN bahkan oknum aparat aparat (kepolisian) sendiri. Data ini fakta, artinya komplit sudah," bebernya tampak tak habis fikir.
Menyikapi fakta tersebut, Siboro menyatakan, tidak salah jika melihat kondisi bangsa saat Presiden RI dan BNN menyatakan ancaman narkotika sudah sangat darurat. Sehingga, kata dia, sulit kiranya jika dalam kondisi darurat narkotika, semua pihak tidak bahu membahu turut serta memeranginya.
"Untuk itu, saya sangat berharap partisipasi aktif semua pihak untuk turut memerangi narkotika," pintanya. (HENDI NURFALAH/B-2)








