BORNEONEWS, Sukamara – Warga Desa Sekuningan Baru, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara mengaku hanya bisa mandi satu kali dalam seminggu. Pasalnya, wilayah itu paling sulit mendapatkan air bersih saat musim kemarau, karena sumber air dari sumur akan mengering. Daerah ini termasuk kerap mengalami krisis air bersih.

Murti, salah satu warga Sekuningan baru mengatakan bahwa wilayahnya memang merupakan wilayah yang paling sulit mendapatkan air bersih saat musim kemarau, karena sumber air yang berasal dari sumur akan mengering.

“Jika sudah musim panas, air yang ada di sumur kita bisa kering total tidak bisa diambil sama sekali.” Kata Murti,  salah satu warga Sekuningan Baru, Rabu (25/1/2017).

Menurutnya kesulitan air yang terjadi membuat warga harus berhemat dalam menggunakan air. Warga mempersiapkan air untuk melewati musim kemarau, agar bisa bertahan lebih lama. Bahkan untuk mandi pun harus dikurangi jauh dari biasanya.

“Jika memang air benar-benar krisis, kita mandi hanya satu kali dalam seminggu.” Tuturnya.

Menurut dia mengorbankan diri dengan tidak mandi lebih baik ketimbang kekurangan air membuat dirinya tidak bisa masak dan minum, mengingat harga air akan sangat mahal saat dimusim seperti itu. “Harga air di sini mahal sekali, 1 drumnya bisa mencapai Rp50 ribu bahkan lebih.”  (Norhasanah/N).