BORNEONEWS, Sampit - Wilayah Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata tak luput dari target peredaran carnophen alias zenith. Hal tersebut pun menimbulkan keresahan warga setempat.

Seperti disampaikan Mulidin, warga kerap mendapatkan bungkus-bungkus bekas obat terlarang di tempat sepi.

"Warga sering menemukan bekas bungkus zenith. Bahkan ada sejumlah pemuda mabuk. Itu membuat resah," ujar Mulidin, Minggu (29/1/2017).

Warga menduga, banyaknya pemuda yang mengonsumsi obat terlarang tersebut dikarenakan peredaran zenith sudah masuk ke sana. Apalagi jika terdapat keramaian seperti hajatan dan juga pasar, sering ditemukan bungkus obat zenith di tepi-tepi jalan.

"Sepertinya ada pengedarnya di tempat ini, namun belum diketahui," lanjut Mulidin.

Jhoni, warga lainnya juga mengaku sangat yakin bandar sudah melebarkan bisnisnya ke daerah-daerah pedesaan. Hal itu dilakukan untuk meraup untung yang lebih banyak.

"Mentaya Seberang ini jaraknya cukup dekat dengan Kota Sampit, dan hanya menggunakan perau kelotok maka akan sampai. Sangat mudah bagi pengedar membawa obat terlarang tersebut," kata Jhoni.

Jhoni berharap agar aparat melakukan penyelidikan terhadap pengedar obat zenith di daerah mereka tersebut. 

"Kami tidak ingin masa depan pemuda di daerah ini hancur hanya karena zenith," tegas Jhoni. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)