BORNEONEWS, Sampit - Ada-ada saja ulah pengedar zenith di Sampit, ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Di mana mereka langsung menyiapkan air mineral, agar para pembeli obat terlarang itu bisa mengonsumsi di tempat tersebut, tanpa harus membeli air di tempat lain.
Seperti halnya yang dilakukan Junaidi alias Junai (37) warga Jl Isknadar 27, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim. Di mana saat ditangkap oleh jajaran Polres Kotim pada Selasa (7/2/2017), polisi juga menyita sebuah galon beserta dispenser. Kedua benda ini digunakan tersangka untuk memberi minum para pembeli yang ingin mengonsumsi langsung di tempat itu.
“Iya ada polisi kemarin datang ke rumah Junai, setelah keluar mereka membawa galon, dispenser, dan juga sejumlah barang bukti zenith,” ujar Iwan, warga sekitar, Rabu (8/2/2017).
Dia menjelaskan, selama ini memang sering terlihat sejumlah pemuda maupun pekerja kasar datang ke tempat itu. Setelah dilihat-lihat ternyata Junai merupakan penjual zenith. Hal itupun sempat membuat warga sekitar khawatir. Karena takut anak mereka juga terpengaruh.
Sehingga dengan adanya penangkapan dari aparat, membuat mereka sangat senang. Karena akhirnya pengedar zenith di daerah itu tidak ada lagi.
Sementara, dari data yang dihimpun Borneonews, jajaran Satreskoba Polres Kotim dapat menyita 860 butir obat zenith dari tersangka. Semua barang bukti itu ditemukan di dalam rumah tersangka dan juga pakaiannya.
Saat ini dia masih dalam pemeriksaan kepolisian. Sedangkan Kasat Narkoba Polres Kotim AKP Wahyu Edi Prianto, saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








