BORNEONEWS, Sampit - Persembunyian Lawan (34) dan Madin (28), di Desa Tumbang Puan, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotim bisa saja aman dari intaian polisi. Tapi, lantaran berbuat onar dan meresahkan warga sekitar, persembunyian keduanya pun terendus petuas kepolisian.

"Keduanya sering berbuat onar. Saat jalan-jalan di pemukiman mereka sering membawa senjata api (senpi) rakitan dam senjata tajam,” ujar Telap, warga Desa Tumbang Puan, Kamis (9/2/2017).

Warga sekitar pun tidak berani berbuat karena khawatir menjadi korban penembakan atau penyerangan oleh kakak beradik yang dikenal nekat dan tak pandang bulu tersebut.

“Untung tidak ada warga yang menjadi korban. Karena selama ini tidak ada yang berani melawan,” kata Telap.

Lantaran berbuat onar itulah, warga melaporkan keduanya ke kepolisian. Mendapat informasi tersebut, petugas Polres Katingan dibantu Polsek Antang Kalang menyergap pelaku di kediamannya, Kamis (9/2/2017) sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat akan ditangkap, keduanya melakukan perlawanan menggunakan senjata api dan senajta tajam. Baku tembak terjadi sekitar 30 menit. Hingga akhirnya satu pelaku yakni Madin tewas dengan luka tembak di dada dan kakinya. Sementara, Lawan berhasil melarikan diri. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)