BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PLN Rayon Pangkalan Bun menjamin tidak akan melakukan pemadaman listrik selama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) setingkat SMA dan SMP di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berlangsung.
Manajer PLN Pangkalan Bun, Purwanto mengaku telah menyiapkan diri untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi sekolah-sekolah yang menyelenggarakan UNBK. Sekolah-sekolah tersebut diberikan prioritas agar tidak terjadi pemadaman terencana yang diakibatkan pemeliharaan.
"Kami akan meminta Dinas Pendidikan untuk memberikan data sekolah yang menyelenggarakan UNBK pada tahun ini," terang Purwanto saat dihubungi Borneonews, Kamis (2/3/2017).
Pihaknya, lanjut Purwanto, juga akan meminta jadwal penyelenggaraan UNBK. "Kita akan cari tahu sekolah mana dan kapan waktu berlangsungnya," bebernya.
Meski begitu, Purwanto meminta sekolah yang menyelenggarakan UNBK juga menyediakan generator set (genset) sebagai back up jika sewaktu-waktu listrik PLN padam.
Saat ini, terang dia, PLN Pangkalan Bun hanya memiliki dua genset dengan kapasitas 5 kilovolt ampere (kVA), jumlah itu tentu masih kurang jika empat sekolah yang ada di Kobar menggelar UNBK secara bersamaan.
Sementara, sudah ada empat sekolah di Kobar yang telah menyatakan siap menggelar UNBK. Yakni, SMAN 1 Pangkalan Bun, SMKN 1 Pangkalan Bun, SMPN 1 Pangkalan Bun dan MTsN Pangkalan Bun. Sedangkan, SMPN 2 Pangkalan Bun dan SMKN 2 Pangkalan Bun tetap mengikuti UNBK dengan menumpang di sekolah yang telah memiliki fasilitas UNBK.
"Satu genset saya kira cukup untuk mem-back up satu sekolah, tahun sebelumnya juga begitu," pungkasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)








