BORNEONEWS, Sukamara – Tingginya partisipasi masyarakat mengikuti program rehabilitasi Badan Nakotika Kabupaten (BNK) Sukamara membuat kabupaten ini ditempatkan pada diperingkat ketiga se-Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai pengguna narkoba tertinggi yang terehabilitasi.

Dokter Rehabilitasi Narkoba Sukamara Ade Sofyan mengatakan, tahun 2016 Badan Narkotikan Nasiona Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah ditargetkan untuk merahabilitasi sebanyak 53 pencandu narkoba, namun hingga saat ini sudah ada 33 pasien yang mengikuti rehabilitasi dimana 17 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

“Sebuah penghargaan bagi masyarakat Kabupaten Sukamara karena tingkat kesadarannya tertinggi se Kalteng, sedangkan diwilayah lain mungkin masyarakatnya masih malu-malu untuk datang mengikuti rehabilitasi.” kata Ade Sofyan, Jumat (3/3/2017).

Menurut Ade, dengan ditempatkannya Kabupaten Sukamara diurutan ketiga setelah Palangka Raya diurutan pertama dan Pangkalan Bun dengan urutan kedua tidak mengindikatorkan bahwa wilayah ini sebagai pengguna narkoba terbanyak, sebab peringkat tersebut diberikan atas dasar tingginya angka kesadaran masyarakat datang untuk direhabilitasi.

“Rehabilitasi ini sifatnya adalah atas dasar kesadaran dan keinginan sendiri tidak boleh ada unsur paksaa,” tuturnya. (NORHASANAH/B-5)