BORNEONEWS, Sampit - Sekolah di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mematangkan persiapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Salah satunya adalah kelancaran internet. Namun yang menjadi kekhawatiran adalah persoalan listrik. Sebab, pemadaman rawan mengganggu kelancaran pelaksanaan UNBK.

"Jaringan internet sangat diperlukan dalam pelaksanaan UNBK. Yang kami khawatirkan adalah pemadaman listrik," ujar Kepala SMAN 1 Sampit, Muhammad Darma Setiawan, Senin (13/3/2017).

Kekhawatiran padamnya listrik dikarenakan sangat berdampak negatif pada pelaksanaan UNBK tersebut. Sebab, jika terjadi pemadaman selama 10 menit saja, soal UNBK akan hilang dan diganti yang baru. Dan itu sampai listrik mati selama 20 menit, maka soal akan hilang, dan digantikan dengan yang baru.

"Sedangkan untuk mengganti soal tersebut tidak mudah. Harus menunggu waktu cukup lama. Laporannya harus melalui proses terlebih," kata Darma Setiawan.

Berkaca pada 2016 lalu, PLN Sampit memang menyediakan genset untuk menunjang kelancaran UNBK jika terjadi pemadaman. 

"Untuk tahun 2017 ini mudah-mudahan PLN kembali membantu. Sehingga pelaksanaan UNBK bisa berjalan dengan baik," kata Darma. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)