BORNEONEWS, Sampit - Sejak Januari hingga pertengahan Maret 2017 ini, sudah ada delapan satwa dilindungi yang diserahkan warga kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim).

"Ddelapan ekor satwa dilindungi itu kami evakuasi dari warga Kotim dan Seruyan," kata Komandan BKSDA Sampit Muriansyah, Senin (20/3/2017).

Rincian delapan satwa tersebut, tujuh di antaranya merupakan orangutan, sedangkan satu ekor lainnya yakni bekantan. Rata-rata satwa tersebut diserahkan warga.

Ada yang merawat atau memelihara satwa dilindungi itu dari bayi hingga dewasa. Ada juga yang mendapatkannya dari hutan atau kebun,

"Ada yang ditemukan di kebun, juga yang didapat dari warga lain," lanjut Muriansyah.

Penyerahan hewan tersebut juga tidak semuanya sehat. Sehingga badan satwa terlihat kurus karena kekurangan makanan. Rata-rata yang ditemukan warga adalah satwa liar yang terpisah dari induknya, dan umurnya pun satu hingga dua tahun.

"Kebanyakan orangutan yang ditemukan terpisah dari induknya, saat mencari makan di kebun warga," kata Muriansyah.

Saat ini banyak warga yang sudah sadar bahwa satwa liar tersebut dilarang dipelihara. Sehingga mereka menghubungi BKSDA untuk meminta evakuasi. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)