BORNEONEWS, Palangka Raya -  Jamaah Masjid Nurul Hidayah di Jalan Turi, Kelurahan Panarung mendapat wawasan bahaya narkoba oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya, M Soedja'i, Jumat (24/3/2017). Giat sosialisasi bahaya narkoba tersebut berlangsung usai melaksanakan salat subuh berjamaah.

"Kita mengajak 150 jamaah baik laki-laki maupun perempuan di masjid tersebut untuk bersama-sama menjauhi narkoba," kata M Soedja'i kepada Borneonews.co.id.

Selain itu, Soedja'I juga mengajak masyarakat turut serta membantu mencegah penyalahgunaan peredaran gelap narkoba, khususnya di lingkungan keluarga.

Soedja'I menambahkan, selain gencar memberikan sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba, pihaknya juga terus berupaya menekan angka peredaran. Termasuk juga memberikan wawasan terhadap anak didik, supaya terhindar dari bahayanya narkoba.

Perang terhadap peredaran gelap narkoba terus digaungkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya M Soedja'I dan Kasat Narkoba Polres Palangka Raya AKP Gatoot Sisworo. Tidak hanya dari sisi penindakan, pemberian pemahaman tentang bahaya narkoba juga dil akukan di berbagai kesempatan. Seperti di Hotel Marimar, Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya, Senin (20/2/2017). Sosialisasi tersebut bertema Pemberdayaan Masyarakat Berwawasan Anti Narkoba.

"Hasil yang diharapkan dalam kegiatan itu adalah munculnya keberanian untuk melaporkan serta semakin tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam rangka mencegah peredaran gelap narkoba, khususnya di kalangan pelajar, remaja dan pemuda," kata Gatoot kepada wartawan, Selasa (21/2/2017) pagi.

Dalam acara yang dibuka oleh Soedja'I itu, Kaur Bin Ops Satres Narkoba Polres Palangka Raya Iptu I Made Suparma juga dipercaya sebagai pemateri, mewakili Gatoot.

Dalam penyampaiannya, Made membeberkan kasus narkoba yang terjadi belakangan ini. Kemudian dasar hukum pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba. Serta upaya yang dilakukan untuk mencegah dan memberantas melalui tindakan preemtif, preventif dan penegakan hukum oleh Polri maupun BNN. Termasuk juga peran serta masyarakat dalam pencegahan sangat dibutuhkan. (BUDI YULIANTO/N).