BORNEONEWS, Sampit - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengharapkan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) segera membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

"BNNK dinilai penting untuk segera dibentuk di Kotim, hal itu dilakukan untuk menekan maraknya peredaran narkoba. Dan itu diminta oleh BNN," ujar Kasat Narkoba Polres Kotim AKP Wahyu Edi Prianto.

Menurut Wahyu, ia bersama Bendahara Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotim, Hardelan, sudah mendatangi kantor BNN di Jakarta. Mereka mewakili daerah guna berkonsultasi terkait rencana pembentukan BNNK di Kotim.

Kedatangan pihaknya ke BNN juga sudah diterima leh Bagian Organisasi dan Tata Laksana BNN Republik Indonesia (RI). Dalam kesempatan tersebut mereka menyampaikan perkembangan persiapan di daerah ini, sehingga bisa menjadi masukan dan bahan pertimbangan bagi BNN.

"BNN sangat mendukung, dan kami diminta segera membuat kajian akademis sesuai parameter yang sudah ditetapkan," terang Wahyu.

Berbagai informasi disampaikan BNN untuk melengkapi syarat pembentukan BNNK. Mereka juga mendorong tim daerah untuk segera melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan.

"Hasil konsultasi dari Jakarta ini akan kami rapatkan di Sampit dalam waktu dekat," kata Hardelan.

Pemerintah daerah terus mempersiapkan pembentukan BNN kabupaten. Studi banding sudah dilakukan ke Malang dan rencananya akan kembali dilakukan ke daerah lain untuk bahan pertimbangan dalam pembentukan BNNK. Bahkan lahan seluas dua hektar sudah disiapkan untuk pembangunan kantor. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)