BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wajah NM (12) siswa kelas 5 SD Negeri 5 Raja seketika pucat. Kedua tangannya gemetar dan menunduk ketakutan melihat kedatangan anggota Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kobar dan TNI berpakaian loreng masuk ke dalam kelasnya. 

"Iya takut," jawabnya kepada Borneonews sambil menundukkan kepala. Kamis (30/3/2017) pagi.

Ia hanya menjawab satu dua patah kata saat salah satu aparat memeriksa isi tas miliknya. "Bawa buku sama pulpen saja," katanya kepada aparat tersebut.

Masih di ruang kelas yang sama, satu siswa yang duduk di pojok ruangan kelas nampak diam membisu. Wajahnya ketakutan melihat belasan anggota BNNK dan aparat berseragam memeriksa seluruh barang milik siswa. Saat ditanya, kenapa takut? "Takut karena tidak pernah diperiksa seperti ini. Baru pertama kali," jawabnya.

Salah satu guru di sekolah tersebut yang menolak namanya disebutkan menyayangkan pemeriksaan yang terlihat berlebihan. "Ini kan siswa SD yang masih kecil-kecil, usianya masih labil. Diperiksa seperti bandar narkoba. Kami selaku guru kasihan terhadap anak didik kami," katanya.

Sebelumnya, tim gabungan dari BNNK Kobar, TNI, Polri, DPRD, dan Dinas Pendidikan melaksanakan pemeriksaan terhadap siswa sekolah yang dicurigai mengisap dan membuat rokok elektrik modifiksi dan terindikasi narkoba. (CECEP HERDI/B-2)