BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kobar, Aida Lailawati menyesalkan pelaksanaan razia yang dilakukan BNNK Kobar terhadap siswa SD Negeri 5 Raja.

Pasalnya, banyak siswa merasa ketakutan dengan kedatangan tim razia gabungan pada Kamis (30/3/2017) pagi tersebut. "Saya kurang setuju jika razianya seperti ini, melibatkan aparat berseragam. Ini membuat anak-anak menjadi takut," kata Aida siang ini.

Ia mengira, razia yang dikomandoi BNNK Kobar itu terdiri dari tim gabungan sipil. Namun ternyata saat terjun ke lapangan, justru didominasi oleh apatat berseragam.

"Saya kira untuk siswa SD ini cukup bimbingan dari sekolah dan orang tuanya. Untuk razia seperti ini terlalu berlebihan, karena efeknya langsung ke mental para siswa," ujar dia.

Ia menambahkan, razia memang diperlukan untuk memperketat pengawasan. Namun cukup dinas, guru, dan BNNK. "Saya tidak setuju, ini terkesan malah menakuti anak-anak. Buktinya tidak ditemukan rokok elektrik modifikasi dari para siswa," katanya.

Sementara itu, Kepala BNNK Kobar, AKBP I Wayan Korba saat dimintai konfirmasi di SMP Negeri 2 Arsel menjelaskan sejak awal sudah diantisipasi untuk memeriksa siswa secara lembut. "Sejak awal kita sudah antisipasi untuk merazia tas siswa ini dengan pelan, penuh pendekatan," jawabnya. (CECEP HERDI/B-2)