BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini rupanya ancaman buaya terhadap warga masih sering terjadi. Bahkan beberapa hari terakhir ini reptil ganas dan dilindungi tersebut kerap muncul dan terlihat di tepi Sungai Mentaya, sekitar Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kondisi itu, membuat warga sekitar kembali khawatir, dan mengurungkn niat mereka untuk beraktivitas di sungai guna menghindari serangan predator ganas tersebut. “Buaya kerap muncul pada saat air sungai sedang surut, dan mereka terlihat berjemur di tepi sungai tepatnya di muara anak Sungai Lemiring,” ujar Susanto, warga Desa Ganepo, Jumat (28/4/2017).

Sedangkan pada saat air sedang pasang, buaya akan masuk ke dalam Sungai Lemiring, dan itu sangat menghawatirkan lagi bagi warga sekitar. Karena kebanyakan dari mereka tinggal dipinggiran sungai tersebut. Apalagi saat malam hari ketika sungai sedang pasang, buaya tersebut bisa naik ke daratan dan berada di bawah rumah warga yang dekat dengan sungai tersebut. Mereka terlihat mengintai mangsa yang mana merupakan hewan peliharaan warga seperti ayam, itik, maupun yang lainya. “Tentu sangat menghawatirkan, apalagi buaya tersebut sudah berada di bawah kolong rumah, ini bisa mengancam nyawa warga,” kata Susanto.

Sementara, pada tahun 2016 lalu, beberapa warga sekitar ada yang menjadi korban dari hewan predator tersebut. Bahkan salah satu warga ada yang putus tangannya akibat di gigit buaya, saat sedang cuci tangan di lanting sungai. Tentu hal tersebutlah yang dikhawatirkan warga sekitar. Sehingga merek mengurungkan niat untuk melakukan aktivitas di sungai. “Padahal warga di sekitar ini banyak yang menjaring ikan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, namun karena adanya hal itu, jadi lebih baik berhenti daripada menjadi korban gigitan buaya,” terang Susanto.

Warga sekitar berharap agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Sehingga mereka berharap ada solusi dari pemerintah dengan keadaan tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-8)