BORNEONEWS, Pulang Pisau - Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, masalah lingkungan dan penyelamatan orangutan sudah menjadi perhatian dan diprogramkan oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) sejak lama.

Demikian dikatakan Rudy Hendrarto, kepala Departemen Qhse System yang juga bertindak sebagai Head of Sustainability PT SSMS Tbk, saat ditemui Bornonews di Pulang Pisau, Selasa (2/5/2017).

"Kegiatan yang kita laksanakan ini sudah lama dan bukan karena maraknya berita pembataian orangutan yang terjadi beberapa waktu lalu," ujar Rudy yang didampingi Joko Trianto, manajer konservasi lingkungan dan K3 PT SSMS Tbk saat mendampingi peserta RSPO Press Circle berkunjung ke kantor Bupati Pulang Pisau.


Menurutnya, penilaian konservasi merupakan syarat yang wajib dilakukan oleh setiap perkebunan untuk mendapatkan legalitas dari keanggotaan RSPO.

"Ketika akan melakukan pembukaan lahan perusahaan sudah harus memastikan bahwa tidak melanggar dari keanekaragaman hayati dan aspek sosial, serta sebagainya,” sebut dia.


Upaya perusahaan untuk bisa bersinergi dengan baik terhadap lingkungan, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat, menurutnya, sudah menjadi komitmen yang dilakukan oleh perusahaan yang didirikan oleh pengusaha nasional H Abdul Rasyid AS ini.

Pengelolaan lingkungan, kata Rudy, menjadi program yang tidak kalah penting dalam kegiatan yang dilakukan PT SSMS Tbk. "Masalah lingkungan dan sekitarnya menjadi pertimbangan dalam operasional kita, dan harus dilakukan untuk menghasilkan dampak yang positif bagi lingkungan dan masyarakat," katanya.(JAMES DONNY/B-3)