BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekolah harus memastikan bahwa peserta didik memahami dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Palangka Raya Sigit K Yunianto, menyikapi maraknya pemberitaan tentang remaja terlibat penyalahgunaan narkoba belakangan ini.

"Sekolah perlu melaksanakan program ekstra untuk mengantisipasi ancaman narkoba. Siswa harus dipastikan memahami dampak negatif penggunaan narkoba dan tindak asusila, termasuk ancaman hukum bagi para pelaku tindakan tersebut," ungkap Sigit kepada Borneonews, Selasa (9/5/2017).

Ia melanjutkan, program penyuluhan harus dilakukan langsung dan terpadu dengan melibatkan pihak kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Dinas Kesehatan. Tujuannya agar pemahaman yang disampaikan kepada para peserta didik lebih komprehensif dan menyentuh berbagai sisi.

"Satuan pendidikan perlu memasukkan program ekstra seperti, pelaksanaan penyuluhan, sehingga narkoba dan tindak asusila yang semakin mengancam siswa dapat ditekan," tambahnya.

Politisi PDIP itu menyebut upaya penguatan mental dan spiritual para peserta didik juga sangatl diperlukan agar mereka mampu membentengi dirinya dari berbagai macam hal negatif dan pergaulan bebas. Sebab, penyalahgunaan narkoba dan tindak asusila berawal dari pergaulan bebas.

Sigit turut pula mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan ikut mengawasi pergaulan dan perkembangan yang terjadi di sekitar mereka. (TESTI PRISCILLA/B-3)